Video Kepala Sekolah dan Guru Pekalongan Terekam CCTV

Dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mendadak gempar akibat beredarnya video rekaman kamera pengawas (CCTV) di media sosial.

Rekaman tersebut memperlihatkan aksi tidak terpuji seorang kepala sekolah bersama oknum guru sekolah dasar (SD) yang melakukan hubungan intim di dalam ruang kelas.

Langkah cepat langsung diambil oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan untuk menindak para pelaku yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.

Pihak dinas resmi memindahkan kedua oknum guru dari sekolah tempat mereka semula bertugas.

Video Kepala Sekolah dan Guru Pekalongan Terekam CCTV, Akhirnya Dimutasi

Kronologi Kasus Video Asusila Kepala Sekolah dan Guru

Terungkapnya kasus asusila ini bermula dari rasa curiga para tenaga pendidik di lingkungan sekolah tempat para pelaku mengabdir.

Para rekan kerja menduga kuat adanya hubungan terlarang yang terjalin di antara kedua oknum ASN tersebut selama beberapa bulan.

Guna membuktikan kecurigaan tersebut, beberapa rekan kerja berinisiatif memasang perangkat CCTV pribadi di dalam ruangan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, membenarkan perihal asal-usul kamera pengawas tersebut.

"Teman-temannya inisiatif sendiri memasang CCTV. Artinya bukan CCTV aset sekolah itu," kata Kholid.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa jalinan hubungan tak wajar antara kepala sekolah dan guru SD ini telah berlangsung kurang lebih selama enam bulan.

Rekaman CCTV itu kemudian menjadi bukti kuat yang mengonfirmasi kecurigaan para staf sekolah.

Tindakan Tegas dan Sanksi Kepegawaian dari Dinas Pendidikan

Usai menerima laporan resmi beserta bukti rekaman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan segera mengambil tindakan kepegawaian.

Pihak dinas menghentikan jabatan oknum kepala sekolah dan memindahkannya ke kantor dinas.

"Sekarang yang laki-laki dia kepala sekolah, saya taruh di Dinas Pendidikan," kata Kholid saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, oknum guru wanita yang terlibat dalam video tersebut dipindahkan ke sekolah dasar lain yang lokasinya cukup jauh dari lokasi awal.

Pihak dinas menunjuk seorang pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi kepala sekolah agar proses belajar-mengajar tetap berjalan lancar.

"Pokoknya sudah kami tangani urusan ini. Yang guru juga sudah kami pindah dan posisinya diganti," ujar Kholid.

Penanganan kasus ini dilakukan secara hati-hati oleh pihak berwenang mengingat status kedua pelaku sebagai ASN.

Sanksi disiplin kepegawaian lebih lanjut kini masih menunggu penandatanganan dan keputusan resmi dari pimpinan daerah, yakni Plt Bupati Pekalongan.

Imbauan Menjaga Etika dan Kondusivitas Sekolah

Pihak dinas memastikan kondisi aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut sudah kembali kondusif pascamutasi kedua oknum.

Dinas Pendidikan juga menyampaikan penyesalan mendalam atas peristiwa yang mencoreng citra korps tenaga pendidik ini.

Kholid menegaskan pentingnya seluruh ASN menjaga etika, moralitas, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ia meminta para guru memberikan keteladanan yang baik bagi para siswa dan masyarakat luas.

"Apalagi seorang guru. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," harapannya.