Dentuman di Bandung, BMKG Sebut Fenomena Skyquake atau Gempa Langit

Suara dentuman berulang kali bergema dan menggegerkan warga di berbagai pelosok wilayah Bandung Raya serta sekitarnya sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari.

Menjawab kegelisahan masyarakat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengategorikan fenomena dentuman misterius di Bandung fenomena gempa langit atau yang dikenal secara akademis sebagai skyquake.

Berdasarkan hasil pengamatan instrumen geofisika, BMKG memastikan tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan maupun gempa bumi tektonik lokal pada rentang waktu suara tersebut terdengar.

Fenomena yang berlangsung dalam durasi beberapa jam itu tidak hanya memicu tanda tanya besar di media sosial, tetapi juga membuat pintu dan kaca rumah warga bergetar tipis.

Dentuman di Bandung, BMKG Sebut Fenomena Skyquake atau Gempa Langit
ilustrasi

Hasil Pemantauan Seismik dan Aktivitas Sesar Lembang

Guna menelusuri fenomena dentuman misterius di Bandung fenomena gempa langit, Stasiun Geofisika Kelas I Bandung telah melakukan evaluasi data multi-sensor.

Pihak BMKG menegaskan bahwa jalur Sesar Lembang maupun sesar aktif lainnya di sekitar Jawa Barat tidak menunjukkan lonjakan aktivitas seismik sama sekali.

Getaran ringan yang dirasakan warga pada elemen struktur bangunan rumah diperkirakan merupakan respons balik atas dorongan gelombang tekanan udara (shockwave) di atmosfer, bukan guncangan yang bersumber dari dalam pergerakan kerak bumi.

"Berdasarkan analisis kegempaan, tidak terdeteksi adanya aktivitas gempa bumi tektonik di Bandung Raya. Secara akademis, peristiwa di mana terdengar dentuman misterius di Bandung fenomena gempa langit ini dikategorikan sebagai skyquake," ujar Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Suaidi Ahadi.

Karakteristik Skyquake dan Kemungkinan Sumber Bunyi Dentuman

Istilah skyquake atau gempa langit dipakai para pakar untuk menggambarkan fenomena dentuman keras dari atas atmosfer yang terjadi tanpa diiringi gempa tektonik maupun ledakan di darat.

Laporan mengenai dentuman misterius di Bandung fenomena gempa langit mencatatkan pola suara bergema yang terdengar secara sporadis.

BMKG juga memeriksa parameter cuaca lokal dan mendapati kondisi udara di Jawa Barat dalam keadaan cerah tanpa adanya awan konvektif raksasa pemicu petir hebat.

Di saat yang bersamaan, meski Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tengah mengalami erupsi menerus.

Pergerakan angin yang berembus ke arah barat serta tidak terdengarnya suara serupa di wilayah yang lebih dekat seperti Banten dan Jakarta membuat korelasi langsung sumber suara tersebut masih diteliti secara komprehensif.

Pemeriksaan menyeluruh mengenai dentuman misterius di Bandung fenomena gempa langit mencakup korelasi gangguan geomagnetik internal di beberapa stasiun pemantau.

Imbauan BMKG Kepada Masyarakat Bandung dan Sekitarnya

Penjelasan resmi mengenai dentuman misterius di Bandung fenomena gempa langit diharapkan dapat meredam kesimpangsiuran informasi yang beredar liar di tengah masyarakat.

BMKG meminta warga Bandung Raya dan sekitarnya agar tidak panik dan tidak mudah mempercayai isu spekulatif yang tidak berbasis data ilmiah.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta memantau pembaruan informasi tepercaya hanya melalui kanal komunikasi dan media sosial resmi BMKG.

Penelitian mendalam terus dilakukan guna mengidentifikasi mekanisme pasti di balik fenomena dentuman misterius di Bandung fenomena gempa langit tersebut.